<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1075">
<titleInfo>
<title>EFEKTIFITAS ANTIBIOTIKA EMPIRIK (SEFTASIDIM) PADA PASIEN LUKA BAKAR BERAT TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT (Prospective Cohort Study)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEWI, LAURENTIA KARTIKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv, 85p.; ill.; tab.; 21cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Luka bakar yang parah menyebabkan tingkat peradangan yang tinggi dan risiko infeksi yang tinggi. Biomarker inflamasi biasanya digunakan untuk memprediksi tingkat keparahan peradangan atau infeksi dan untuk menilai efektivitas antibiotika . Penggunaan antibiotika pada pasien luka bakar masih kontroversial. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat efektivitas antibiotika empirik seftazidim pada pasien luka bakar berat terhadap jumlah leukosit. Penelitian kohort ini dilakukan di unit luka bakar Rumah Sakit Dr. Soetomo pada bulan April 2019 sampai November 2019. Leukosit diukur saat awal MRS, hari ke 0 hari ke 5, dan hari ke 7 setelah pemberian antibiotika empirik. Lima belas subyek luka bakar berat pada penelitian ini semua pasien masuk dalam kriteria inklusi. Semua subyek  mendapat terapi antibiotik seftazidim 3x1 gram selama tujuh hari dirawat di rumah sakit. Pada hari ke 0 di dapatkan kadar leukosit 0 11.187,33 ± 6.421,775 , leukosit mengalami peningkatan pada hari ke 5 12.087,33 ± 6.697,678mm3 dan hari ke 7 15.646  ±  7.763,462  sehingga di dapatkan nilai ρvalue sebesar ( p = 0,089). Didapatkan hasil tidak ada peningkatan yang signifikan pada kadar leukosit antara hari 0-5 dan 0-7. Tidak ada penurunan yang signifikan pada kadar leukosit selama tujuh hari pemberian antibiotik empiris . Kesimpulan kami adalah pemberian antibiotik empiris tidak mengurangi jumlah leukosit meskipun tidak signifikan, sementara tidak ada penurunan beberapa penanda inflamasi.
Kata kunci : Luka bakar parah; leukositosis; Penanda Peradangan; Antibiotik Empiris</note>
<classification>6B.S-Far Dew e 09-20</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Dew e 09-20</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM09-6B.S/Far-2020</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Buku Teks)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Dew e 09-20</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>09-20.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1075</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-02-04 10:57:26</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-04 11:00:23</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>